Pages

Sabtu, 15 September 2012

MAKALAH GERAK TUMBUHAN TERHADAP CAHAYA


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Setiap organisme mampu menerima rangsangan yang disebut juga iritabilitas dan mampu pula menanggapi rangsangan tersebut. Gerak tanaman itu antara lain ; bengkok dahan dan akar, ,elipatnya daun, dan perpindahan tanaman tingkat rendah. Gerak tanaman terbagi atas dua jenis yaitu gerak yang terjadi secara spontan dan gerak karena adanya rangsangan. Gerak tanpa adanya rangsangan disebut juga sebagai gerak autonom atau endonom dan gerak yang terjadi karena adanya rangsangan disebut gerak paratonis atau etionom.
Pergerakan tumbuhan merupakan suatu respon terhadap rangsangan tertentu yang terarah atau dari arah tertentu. Tumbuhan dapat menerima rangsangan berupa panas, zat kimia, cahaya, sentuhan, dan gravitasi. Sedangkan responyang diberikan tumbuhan itu dapat berupa perubahan metabolisme dan perubahan bentuk dan struktur. Gerak pada tumbuhan tingkat tinggi dapat ditemukan dengan cara membengkok, melilit atau memanjat dari suatu organ tumbuhan. Sedangkan pada tumbuhan tingkatr rendah, gerakan yang dapat ditemukan ialah gerakan yang berupa suatu gerakan seluruh tubuh tumbuhan tersebut.
Rangsangan pada tumbuhan disalurkan melalui suatu benang plasma (plasmodesma) yang masuk ke dalam sel melalui dinding yang disebut noktah. Untuk mengetahui respon tumbuhan ataupun pergerakan tumbuhan maka makalah ini dibuat.
1.2  Rumusan masalah
Rumusan masalah yang dapat diambil yaitu bagaiman respon tumbuhan atau cara pergerakan tumbuhan terhadap cahaya
1.3  Tujuan
Untuk mengetahui bentuk pergerakan tumbuhan dan responnya terhadap cahaya yang ada.

BAB II
ISI MATERI
2.1 pengertian gerak
            Gerak merupakan salah satu cirri mahluk hidup yang bertujuan untuk melaksanakan kegiatan hidupnya. Gerak yang terjadi pada tumbuhan berbeda dengan gerak yangh terjadi pada hewan maupun manusia. Gerak pada tumbuhan merupakan suatu gerak pasif, yang artinya tidak terlihat atau memerlukan pindah tempat (tetap berada pada letak tumbuhan awal). Gerak dapat terjadi karena adanya pengaruh rangsangan atau juga yang disebut stimulus.
Gerak pada tumbuhan terjadi karena proses tumbuh atau karena rangsangan dari luar tubuh. Walaupun tidak memiliki alat indera, tumbuhan peka terhadap lingkungan sekitarnya. Tumbuhan memberikan tanggapan terhadap rangsangan yang berasal dari cahaya, gaya tarik bumi, dan juga air. Adapula tumbuhan yang peka terhadap sentuhan dan zat kimia. Tanggapan tumbuhan terhadap rangsangan-rangsangan tersebut disebut daya iritabilitas atau daya peka terhadap rangsangan.
2.2 Jenis-jenis gerak tumbuhan
Gerak yang dilakukan tumbuhan merupakan suatu respon terhadap sejumlah rangsangan dari luar atau dari lingkungannya. Gerak tumbuhan dapat dibagi dengan dua cara :
1.      Dengan satu sisi organ yang lebih cepat daripada sisi lain dan reaksi hanya dapt terjadi pada bagian tumbuhan yang masih sedang tumbuh ataau mampu meneruskan pertumbuhan.
2.      Dengan perubahan turgor sel-sel tertentu yang menyebabkan perubahan-perubahan posisi organ ynag bereaksi.
2.2.1Gerak etionom
Gerak etionom merupakan reaksi gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari luar. Berdasarkan hubungan antara arah respon gerakan dengan asal rangsangan, gerak etionom dapat dibedakan menjadi gerak taksis, tropisme, dan nasti. Jika yang bergerak hanya bagian dari tumbuhan maka disebut gerak tropisme. Jika yang bergerak seluruh bagian tumbuhan maka disebut gerak taksis. Jika gerakan itu tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan disebut gerak nasti.
2.2.2        Gerak endonom
Gerak endonom yaitu suatu gerak yang tidak diketahui sebab terjadinya gerak tersebut, karena belum diketahui sebabnya ada yang menduga btumbuhan itu sendiri yang menggerakannya, misalnya oleh aliran plasma sel pada tumbuhan.
Tropisme dapat pula didefinisikan sebagai gerak pembengkokan yang timbul karena pertumbuhan tidak sama atau pertumbuhan diferensialpada sisi yang berlawanan dengan organ yang tegak sebagai reaksi terhadap rangsangan luar yang terarah. Tropisme dapat dibagi menjadi 4 berdasarkan tipe rangsangannya, yaitu : fototropisme, geotropism, hidrotropisme dan tigmotropisme. Namun pada makalah ini hanya akan membahas tentang fototropisme.
2.3      Penyebab timbulnya gerak
Berdasarkan penyebab timbulnya gerak dapat dibedakan menjadi:
1.      Gerak tumbuh. Gerak yang ditimbulkan karena adanya pertumbuhan. Sifatnya irreversible
2.      Gerak turgor. Gerak yang ditimbulkan karena adanya perubahan turgor pada sel-sel tertentu. Sifatnya : reversible
Berdasarkan  orientasi gerak, gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi 2 yaitu gerak tropis dan gerak nasti
2.4Tropisme
            Gerak pada bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan disebut tropisme. Gerak tropisme terjadi karena gerak tumbuh tumbuhan. Berdasarkan jenis rangsangan yang diterima oleh tumbuhan, tropisme dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu fototropisme, geotropisme, hidrotropisme dan tigmotropisme.
            Fototropisme adalah gerak yang terjadi pada tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan cahaya. Bila cahaya yang datang dari atas tumbuhan, tumbuhan akan tumbuh tegak mengarah ke atas. Hal ini dapat kamu amati pada tumbuhan yang hidup di alam bebas.
            Tanaman pot yang diletakkan di dalam ruangan dan mendapat cahaya dari samping, ujung batangnya akan tumbuh membengkok ke arah datangnya cahaya  Pada tumbuhan, bagian yang peka terhadap rangsangan adalah bagian ujung tunas. Bila gerak tersebut mengarah ke sumber rangsangan disebut fototropisme positif, misalnya gerak tumbuh ujung tunas ke arah cahaya. Sedangkan gerak yang menjauhi sumber rangsangan disebut fototropisme negatif, misalnya gerak tumbuh akar yang menjauhi cahaya.  Akar selalu tumbuh ke arah bawah akibat rangsangan gaya tarik bumi (gaya gravitasi).
            Gerak tumbuh akar ini merupakan contoh lain dari gerak tropisme. Gerak tropisme yang lainnya adalah gerak tumbuh akar yang dipengaruhi oleh ketersediaan air tanah. Biasanya akar tumbuh lurus ke arah bawah untuk memperoleh air dari dalam tanah.
Akan tetapi, jika pada arah ini tidak terdapat cukup air, maka akar akan tumbuh membelok ke arah yang cukup air. Dengan demikian, arah pertumbuhan mungkin tidak searah dengan gaya tarik bumi. Gerak akar menuju sumber air disebut hidrotropisme positif.  Tanaman anggur mempunyai sulur yang membelit pada dahan lain. bisa juga, sulur tersebut membelit pada benda yang disentuhnya, misalnya ajir.
            Gerak tumbuh karena rangsangan sentuhan tersebut disebut tigmotropisme. Atau dapat juga disebut haptotropisme, berasal dari kata thigma yang berarti singgungan atau hapto yang berarti sentuhan. Bagaimana sulur dapat tumbuh membelit ajir? Pada sisi sulur yang menyentuh ajir, pertumbuhan sel-selnya melambat sehingga bagian tersebut lebih pendek dari pada sisi sulur yang tidak menyentuh ajir. Akibatnya, sulur tumbuh melengkung ke arah ajir dan mengelilingi ajir. Dengan demikian sulur akan membelit ajir atau pohin lain yang disentuhnya.
Gerak Tropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Tropisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu trope, yang berarti membelok. Bila gerakannya mendekati arah rangsangan disebut tropisme positif sedangkan jika gerak responnya menjauhi arah datangnya rangsangan disebut tropisme negatif. Contoh:
·         gerak batang tumbuhan ke arah cahaya,
·         gerak akar tumbuhan ke pusat bumi,
·         gerak akar menuju air, dan
·         gerak membelitnya ujung batang atau sulur pada jenis tumbuhan bersulur
            Tropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi arah datangnya rangsangan. Bagian yang bergerak itu misalnya cabang , daun, kuncup bunga atau sulur. Gerak tropisme dapat dibedakan menjadi tropisme positif apabila gerak itu menuju sumber rangsang dan tropisme negatif apabila gerak itu menjauhi sumber rangsang.
            Fototropisme terjadi pada bagian pucuk dan koleoptil (untuk fototropisme positif) dan pada akar (untuk fototropisme negative). Mekanisme fototropisme inin diatur oleh hormone auksin. Hormone auksin almiah yang telah diekstrak oleh tumbuha  adalah IAA. Cahaya dapat merusak auksin sehingga terdistribusi ke sisi yang lebih gelap, hal inilah yang menjadi dasar mekanisme fototropisme.
            Auxin adalah salah satu ormone tumbuh yang tidak terlepas dari proses pertumbuhan dan perkembangan (growth and development) suatu tanaman.  Di dalam alam, stimulasi auxin pada pertumbuhan celeoptile ataupun pucuk suatu tanaman, merupakan suatu hal yang dapat dibuktikan. Praktek yang mudah dalam pembuktian kebenaran diatas dapat dilakukan dengan Bioassay method yaitu dengan the straight growth tets dan curvature test. Hasil penelitian terhadap metabolisme auxin menunjukan bahwa konsentrasi auxin di dalam tanaman mempengaruhi pertumbuhan tanaman. 
            Suatu tanaman apabila disinari suatu cahaya, maka tanaman tersebut akan membengkok ke arah datangnya sinar. Membengkoknya tanaman tersebut adalah karena terjadinya pemanjangan sel pada bagian sel yang tidak tersinari lebih besar dibanding dengan sel yang ada pada bagian tanaman yang tersinari. Perbedaan rangsangan (respond) tanaman terhadap penyinaran dinamakan phototropisme. Terjadinya fototropisme ini disebabkan karena tidak samanya penyebaran auxin di bagian tanaman yang tidak tersinari dengan bagian tanaman yang tersinari. Pada bagian tanaman yang tidak tersinari konsentrasi auxinnya lebih tinggi dibanding dengan bagian tanaman yang tersinari. Keadaan auxin dalam proses geotropisme ini, apabila suatu tanaman (celeoptile) diletakan secara horizontal, maka akumulasi auxin akan berada di dagian bawah.
            Hal ini menunjukan adanya transportasi auxin ke arah bawah sebagai akibat dari pengaruh geotropisme. Untuk membuktikan pengaruh geotropisme terhadap akumulasi auxin, telah dibuktikan oleh Dolk pada tahun 1936 (dalam Wareing dan Phillips 1970). Dari hasil eksperimennya diperoleh petunjuk bahwa auxin yang terkumpul di bagian bawah memperlihatkan lebih banyak dibanding dengan bagian atas. Sel-sel tanaman terdiri dari berbagai komponen bahan cair dan bahan padat. Dengan adanya gravitasi maka letak bahan yang bersifat cair akan berada di atas. Sedangkan bahan yang bersifat padat berada di bagian bawah. Bahan-bahan yang dipengaruhi gravitasi dinamakan statolith (misalnya pati) dan sel yang terpengaruh oleh gravitasi dinamakan statocyste (termasuk statolith). Pada gerak tropisme pergerakan yang terjadi adalah karena pengaruh hormon pertumbuhan dalam tubuh tumbuhan yang terpengaruhi oleh rangsang, sedangkan pada gerak taksis pergerakan yang terjadi tidak dipengaruhi oleh suatu hormon pertumbuhan.
            Menurut salibiry dan Ross (1995), jika terpapar cahaya redup maka sebagian besar respon terletak di ujung karena pelengkungan searah cahaya dimulai dari ujung dan langsung bergerak menuruni koleoptil jadi intensitas cahaya mendukung fototropisme.
            Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan cahaya. Gerak bagian tumbuhan yang menuju kearah cahaya disebut fototropisme positif. Misalnya gerak ujung batang tumbuhan yang membelok kearah datangnya cahaya. Gerak pada bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan disebut tropisme. Gerak tropisme terjadi karena gerak tumbuh tumbuhan. Namun yang dibahas kali ini ialah materi tentang gerak tumbuhan yang rangsangannya berasal dari luar yaitu cahaya. Fototropisme adalah gerak yang terjadi pada tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan cahaya. Bila cahaya yang datang dari atas tumbuhan, tumbuhan akan tumbuh tegak mengarah ke atas. Hal ini dapat kamu amati pada tumbuhan yang hidup di alam bebas. Tanaman pot yang diletakkan di dalam ruangan dan mendapat cahaya dari samping, ujung batangnya akan tumbuh membengkok ke arah datangnya cahaya
            Pada tumbuhan, bagian yang peka terhadap rangsangan adalah bagian ujung tunas. Bila gerak tersebut mengarah ke sumber rangsangan disebut fototropisme positif, misalnya gerak tumbuh ujung tunas ke arah cahaya. Sedangkan gerak yang menjauhi sumber rangsangan disebut fototropisme negatif, misalnya gerak tumbuh akar yang menjauhi cahaya. Akar selalu tumbuh ke arah bawah akibat rangsangan gaya tarik bumi (gaya gravitasi). Gerak tumbuh akar ini merupakan contoh lain dari gerak tropisme.
            Fototropisme adalah gerak yang terjadi pada tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan cahaya. Bila cahaya yang datang dari atas tumbuhan, tumbuhan akan tumbuh tegak mengarah ke atas. Hal ini dapat diamati pada tumbuhan yang hidup di alam bebas. Tanaman pot yang diletakkan di dalam ruangan dan mendapat cahaya dari samping, ujung batangnya akan tumbuh membengkok ke arah datangnya cahaya.
Pada tumbuhan, bagian yang peka terhadap rangsangan adalah bagian ujung tunas. Bila gerak tersebut mengarah ke sumber rangsangan disebut fototropisme positif, misalnya gerak tumbuh ujung tunas ke arah cahaya. Sedangkan gerak yang menjauhi sumber rangsangan disebut fototropisme negatif, misalnya gerak tumbuh akar yang menjauhi cahaya. Pembahasan H. Simpulan Dari pengamatan yang telah dilakukan pada kecambah kacang hijau/tauge dapat disimpulkan bahwa rangsang cahaya dan gaya gravitasi mempengaruhi arah pertumbuhan/gerak tumbuhan.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas maka dapat pula dibuat simpulan bahwa :
1.      Gerak fototropisme ialah suatu gerak yang menuju arah rangsang yakni cahaya
2.      Fototropisme sering terjadi pada bagian pucuk tanaman
3.2 Saran
            Diharapkan pada pembuatan makalah selanjutnya dapat melengkapi dan memberikan contoh-contoh yang lebih lengkap.

DAFTAR PUSTAKA
Campbell, N. A., Reece, J.B., dan Mitchell, L.g.,2003, Biologi, Erlangga, Jakarta
Dwidjoseputro, 1980, Pengantar Fisiologi Tumbuhan, Gramedia, Jakarta
Heddy,S., 1986, Hormon Tumbuhan, Rajawali Press, Jakarta
Loveless, A.R., 1991, Prinsip-Prinsip Fisiologi Tumbuhan Untuk Daerah Tropik, Gramedia, Jakarta
Rosita,s, 2008, Gerak pada Tumbuhan, www.smpk1 Penabur.or.id.pdf
Sutarmi, Dasar- Dasar Fisiologi Tumbuhan, Rajawali Press, Bandung

0 komentar:

Poskan Komentar